15 May 2018

DARI ANAK PEREMPUAN SULUNGMU


Ini anak perempuan sulungmu
Tidak ada perkara menarik tentangnya
Terlalu memendam; terlalu bersendiri
Terlalu tidak mahu perasaan simpati

Ia menangis dibalik dedaun pintu
Ketika kau terbaring lena di kamar tidurmu
Ia kesakitan dibalik dedaun pintu
Mengerang di dalam jeritan bisu

Ini anak perempuan sulungmu
Tidak ada perkara menarik tentang dirinya
Ia adalah akar yang selirat
di bahunya yang semakin memberat
Ia adalah mawar putih yang kering
Di dalam pasu berwarna warni

Duhai ibuku,
Pandang aku; tidurkan aku
sudahkah dipeluk resah hatimu ?
Sudahkah ku damai jiwamu ?
Kerana sebentar lagi; tidak ada lagi anak perempuan sulungmu
memorinya berlegar di dalam tidurmu
Suaranya berlagu di dalam mimpimu
hanya itu ibuku

Duhai ibuku
Pandang aku; tidurkan aku
Hingga dipanggilnya aku kembali

Hanahyar
Kamar putih.


Terima Kasih

08 March 2018

Selamat hari wanita untuk pejuang yang tabah

8 MAC 2018

Hari ini, saya lihat bagaimana perasaan orang yang melalui perpisahan, tak dikongsi setiapnya, tak ditunjuk perasaan sebenarnya. Bungkam dan diam - sendirian.

Saya tak tahu, tak akan pernah tahu bagaimana wajah sebenar kesakitan sehingga Tuhan izinkan saya lalui perkara yang sama; dan kita tahu - manusia, adakalanya memerlukan ruang untuk duduk dan bertenang. Mengosongkan diri dari riuh, mengasingkan diri dari kebiasaannya. Hari ini saya mula sedar, saya juga perlu bersedia untuk tiap kehilangan yang bakal.
Seperti ramadhan tahun lalu - untuk sekali lagi kanser meragut nyawa orang yang saya sayang, mungkin - untuk sekali lagi; saya perlu akur terhadap takdir Tuhan. Perlu akur bahawa hidup bukanlah tentang diri kita sendiri. Perlu akur; manusia di sekeliling kita takkan selamanya ada.

Hari ini, saya cuma minta satu dari Tuhan, agar Tuhan sudi memindahkan sedikit kesakitannya kepada saya, namun saya tahu - bukan semua Tuhan izinkan.
Kalaupun Tuhan tidak izinkan, saya harap sekali Tuhan sudi berikan dia ketenangan dalam penerimaan kerna selaku manusia - kita hanyalah hamba yang sifatnya seketika, yang hanya meletakkan sepenuh pengharapan kepada DIA.

Ketika kalian membaca tulisan saya kali ini; saya harapkan jutaan doa kalian kepada para pejuang hidup yang kalian kenal, para wanita yang kalian cinta dan manikmata yang kalian sayang.

Saya titipkan ini untuk manusia seperti saya; yang sedang menghadapi - setiapnya.
Tak kira kalian di mana, siapa pun kalian, apapun yang kalian rasakan,
Doa akan menjadi penguat kalian.
Jangan pernah berhenti meminta; kerana Tuhan tidak pernah berhenti memberi setiapnya.

'Perenung waktu seperti kita hanya memiliki doa sebagai talian hayat',

                                      


Terima Kasih

Ana Maryam Copyright © 2015. Design by MaiGraphicDesign